Monday, November 16, 2009

BERDOALAH



Kenapa doa tidak dimakbulkan????
Bahkan di antaranya ada yang sampai putus asa hingga kecewa tak mahu lagi berdoa kerana doanya tak terkabul. Di antaranya "mereka" berfikir bahawa Allah tidak sedikit pun mendengar doa yang dipanjatkan. Benarkah Allah melalaikannya ?. Atau mungkin Allah memang sama sekali tidak mengabulkan doa kita ?.

Rasulullah SAW bersabda:

Mamin muslimin yad'ulloha bida'watin laisa fiha ismun, wala qothia'tu rohmin illa 'athohullohu biha ihda tsalatsa khisholin: imma anyua'jila lahu da'watuhu, wa'imma anyudakhkhiro lahu fil akhirati, wa'imma anyushrifa 'anhu minal su'i mitsluha.

"Tidak berdoa seorang Muslim dengan suatu doa yang doanya itu tidak dicampuri sesuatu maksud jahat atau memutuskan silaturahmi, melainkan pastilah doa itu diperkenankan Tuhan dengan memenuhi satu dari tiga cara. Ada kalanya doa itu diterima dengan segera, ada kalanya disimpan dahulu untuk persediaannya di akhirat, dan ada kalanya dipalingkan daripadanya kejahatan yang seumpamanya".

Hadis ini menyimpulkan, bahawa suatu doa akan diterima oleh Allah SWT dengan 3 cara, yaitu:

1. Diperkenankan Langsung
Apabila seseorang berdoa, dan apa yang dimintanya itu memang ada manfaatnya, maka sudah jelas Allah SWT akan mengabulkannya.

Allah SWT berfirman: Ud'uni astajib lakum
"Berdoa kepadaku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu" (QS. al-Mu'min:60)

Dalam ayat lain: Wa'idza sa'alaka i'badi 'anni fa'inni qoribun ujibu da'watad da'i idza da'an
"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepadaKu" (QS. Al-Baqarah: 186).

2. Ditunda
Ada kalanya Allah SWT tidak segera mengabulkan doa kita. Ertinya bahawa Allah SWT menundanya dan mengabulkannya pada suatu waktu yang dikehendakiNya. Tertundanya pengabulan doa ini janganlah kiranya menyebabkan keputusasaan. Waktu kabulnya doa ini dapat terjadi kapan saja karena kehendakNya.

3. Ditunda dan dikabulkan di Dunia
Allah SWT menjamin mengabulkan doa kita, tetapi Allah maha mengetahui apa yang lebih bermanfaat dan kita perlukan saat ini. Allah senantiasa akan mengabulkan doa kita pada waktu yang pas (tepat) menurutNya. Karena Allah yang mengetahui; apakah permintaan kita saat ini mendatangkan manfaat atau mudarat bagi kita.
4. Ditunda dan dikabulkan di Akhirat

Ada kalanya Allah SWT menunda doa kita dan disimpan untuk dikabulkan di Akhirat. Karena Allah SWT lebih mengetahui bahawa hal itu lebih baik diberikan di akhirat daripada di dunia. Diriwayatkan bahawa di akhirat nanti ada seseorang yang terkejut menerima sejumlah karunia yang tidak dikira-kira banyaknya dan tidak sesuai sekali dengan amal ibadahnya di kala dia hidup di dunia. Dia pun bertanya kepada Allah SWT: "Wahai Tuhan, dari mana ini semua?". Allah menjawab, "Bukankah Aku telah memerintahkan engkau agar meminta kepada Ku apa saja di dunia ?", dan orang itu berkata, "Betul ya Tuhanku." Maka Allah SWT menerangkannya "Apa yang engkau mohonkan di dunia itu adalah baru sedikit, Ku berikan kini sisanya. Kus erahkan di akhirat," akhirnya orang itu berkata, "Alangkah baiknya jika sekiranya Tuhan memberikan segala yang ku minta itu di akhirat saja, tidak usah di dunia."

5. Diganti Dengan Yang Lain
Selain diperkenankan langsung dan ditunda, maka Allah SWT juga bisa mengganti kabulnya doa kita dengan yang lain. Penggantian tersebut agaknya ada 2 macam, iaitu:

6. Dipalingkan dari kesusahan
Jabir ra., meriwayatkan, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah seseorang berdoa dengan sesuatu doa, melainkan Allah SWT memberikan sesuai dengan permohonannya itu, melainkan dijauhkan dari kesusahan. Asalkan dia tidak berdoa untuk kejahatan atau untuk memutuskan silaturahmi."

7. Dihapuskan dari dosa
Anas ra., meriwayatkan, bahawa Rasulullah SAW bersabda:

"....bahawa Allah SWT menerima doa orang yang berdoa, atau diganti untuknya, atau dipalingkan dari kesulitan yang semisalnya, atau dihapuskan dosa-dosanya."

Maka hendaklah kita fahami, bahawa Allah SWT tidak pernah bosan mendengar doa para hambaNya. Mintalah sebanyak-banyaknya, baik urusan dunia mahupun urusan akhirat, sampai pada hal yang sekecil-kecilnya, sampai putusnya tali sandal sekalipun. Masalah itu dikabulkan, ditunda, atau diganti dengan yang lain, adalah urusan Allah SWT. Karena Dia-lah yang maha tahu manfaat dan mudarat dari doa itu bagi kita.

Rasulullah SAW bersabda:

Yas'alu ahadakum robbahu hajatihi kullahu hatta yas'ala sas'a na'lihi idza inqotho'a
"Hendaklah seseorang meminta segala keperluannya kepada Tuhannya sampai-sampai mintalah tali sandal apabila putus."





Panduan supaya doa diterima oleh Allah

1. Memahami dan mengerti akan maksud serta makna doa yang diminta. Kita boleh menggunakan apa-apa juga bahasa sewaktu berdoa asalkan kita memahami dan mengerti akan maksud yang diminta itu. Namun sebaik-baik bahasa yang harus digunakan adalah Bahasa Arab kerana ia adalah Bahasa Al-Quran yang diturunkan oleh Malaikat melalui wahyu yang datang terus dari Allah SWT Selain itu semua doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah juga adalah dalam Bahasa Arab.
2. Berdoa dengan penuh keikhlasan hati serta merendahkan diri semata-mata hanya kerana Allah.
3. Berdoa dan meminta kepada Allah dengan sebenar-benar permintaan dan dilakukan dengan bersungguh-sungguh.
4. Tidak berdoa dan meminta kepada sesuatu perkara yang mustahil, sesuatu perkara yang buruk atau pada perkara-perkara yang boleh mendatangkan dosa.
5. Berdoa dengan penuh khusyuk dan keyakinan diri bahawa doa yang di pohonnya itu akan diperkenankan oleh Allah.
6. Berdoa, bertakwa dan bertawakal kepada Allah iaitu dengan memelihara dan menjaga setiap suruhan dan larangan-Nya.
7. Tidak pernah berputus asa di dalam doanya sekalipun permintaannya itu lambat dimakbulkan oleh Allah malah sentiasa beristiqamah, sabar dan menyerah diri kepada Allah.

Subhanallah, begitu terbukanya Allah SWT untuk doa kita semua....

No comments: